Era salah satu jaringan Layer-2 (L2) Ethereum yang paling dinamis dan kontroversial resmi berakhir. Jaringan L2 Blast (@blast), yang didukung oleh perusahaan modal ventura ternama Paradigm (@paradigm), secara resmi menyelesaikan proses penghentian dan penutupan operasinya (sunset phase) pada 4 November.
Langkah penutupan akhir ini menyusul pengumuman resmi dari tim pengembang pada awal Oktober lalu yang mengonfirmasi penghentian pengembangan proyek secara bertahap.
Batas Waktu Penarikan Aset Hingga 4 November 2027
Meskipun aktivitas transaksi utama dan operasional jaringan Blast L2 telah dihentikan, pihak pengembang memastikan bahwa dana para pengguna tetap aman dan dapat diakses untuk proses evakuasi aset:
Masa Tenggang Penarikan 3 Tahun: Pengguna yang masih memiliki pasokan aset kripto yang disimpan (staked/bridged) di dalam blockchain Blast diberikan batas waktu hingga 4 November 2027 untuk melakukan penarikan (withdrawal) kembali ke jaringan utama Ethereum (L1) atau dompet pribadi.
Prosedur Bridge Keluar: Tim Blast mengimbau para pengguna untuk segera memanfaatkan antarmuka dompet atau bridge resmi yang masih dibuka khusus guna memfasilitasi klaim dan pencairan dana tanpa terburu-buru.
Penghentian Fitur Pengembang: Seluruh fungsi pembuatan blok baru, integrasi aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan skema imbal hasil (native yield) kini telah dibekukan secara permanen.
Kejatuhan Kapitalisasi Pasar Token $BLAST dari Miliaran Dolar ke Ratusan Ribu Dolar
Penutupan proyek ini mencatatkan salah satu penurunan nilai kapitalisasi pasar (market cap) paling drastis dalam sejarah ekosistem L2:
Puncak Kejayaan Ekosistem Blast: Pada puncak popularitasnya pasca-peluncuran dan program airdrop masif, nilai pasar token $BLAST serta Total Value Locked (TVL) jaringan pernah menembus angka kapitalisasi yang sangat fantastis hingga ratusan miliar dolar AS.
Kondisi Kapitalisasi Pasar Saat Ini: Pascakeputusan penutupan dan penghentian dukungan pengembang, kapitalisasi pasar token $BLAST anjlok secara drastis hingga berada di kisaran kurang dari $700 ribu.
Pelajaran Bagi Ekosistem L2 & Insentif Kripto: Kejatuhan Blast menunjukkan tantangan besar bagi jaringan L2 yang sangat bergantung pada model insentif poin dan imbal hasil (yield-driven) dalam mempertahankan retensi pengguna jangka panjang tanpa adanya utilitas organik yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Resminya penutupan jaringan Blast L2 pada 4 November menandai akhir dari perjalanan salah satu proyek penopang insentif L2 terbesar yang didukung Paradigm. Para pengguna diimbau untuk tidak menunda proses penarikan aset simpanan mereka sebelum tenggat waktu akhir pada 4 November 2027.