SignalKripto

RUU Clarity Act AS di Ambang Nasib: Voting Krusial Dijadwalkan 15 September

RUU Clarity Act AS di Ambang Nasib: Voting Krusial Dijadwalkan 15 September

Industri kripto Amerika Serikat tengah cemas menanti nasib Digital Asset Market Clarity Act, RUU kerangka regulasi pasar kripto yang dinilai paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemungutan suara prosedural (cloture vote) untuk melanjutkan pembahasan RUU ini dijadwalkan berlangsung pada 15 September 2026 di Senat AS.
Regulasi Komprehensif dan Pembagian Kewenangan

RUU yang telah disahkan DPR AS pada Juli 2025 dengan dukungan lintas partai ini bertujuan membangun kerangka regulasi komprehensif bagi aset kripto. Regulasi ini akan membagi kewenangan pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), menetapkan persyaratan pendaftaran, serta memperkuat perlindungan terhadap pencucian uang.
Tantangan Ambang Batas 60 Suara

Pemungutan suara cloture ini bersifat prosedural—bukan keputusan final pengesahan RUU—namun membutuhkan dukungan minimal 60 suara untuk membuka jalan bagi pembahasan lebih lanjut di Senat. Sejumlah isu masih menjadi ganjalan, termasuk aturan etika pemerintahan, ketentuan anti-pencucian uang, serta perlakuan terhadap imbal hasil (yield) dan reward pada stablecoin.

Jika pemungutan suara ini gagal mencapai ambang batas, RUU tersebut secara efektif dianggap tidak akan lolos pada 2026. Selain itu, dinamika politik menjelang pemilu paruh waktu (midterm) diperkirakan bakal menghambat upaya legislasi kripto komprehensif berikutnya hingga beberapa tahun ke depan.