BEIJING — Pemerintah China secara resmi mengumumkan peta jalan (roadmap) strategis baru yang menyerukan percepatan pembangunan jaringan infrastruktur blockchain berskala nasional.
Langkah ini ditegaskan sebagai pilar utama dalam strategi transformasi ekonomi digital negara tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi industri, memperkuat keamanan data, serta memperkokoh posisi China di panggung teknologi global.
Mendorong Integrasi Ekonomi dan Efisiensi Industri
Dalam arahan kebijakan terbaru yang dirilis oleh otoritas terkait, pembangunan jaringan blockchain nasional dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sektor penting, mulai dari manufaktur, rantai pasok (supply chain), hingga layanan keuangan dan administrasi publik.
Pemerintah China menekankan bahwa teknologi rantai terblok (blockchain) tidak lagi dipandang sekadar sebagai inovasi teknis, melainkan sebagai infrastruktur kepercayaan (trust infrastructure) yang krusial bagi perekonomian modern.
"Pembangunan jaringan blockchain berskala nasional akan menjadi fondasi utama bagi aliran data yang aman, efisien, dan transparan di seluruh rantai industri kita," tulis pernyataan resmi pemerintah.
Poin-Poin Utama Strategi Blockchain Nasional
Inisiatif dan target utama strategi ini mencakup beberapa area fokus:
Infrastruktur Terpadu: Membangun standar teknis dan protokol blockchain yang terinterkoneksi di seluruh wilayah dan provinsi.
Rantai Pasok & Logistik: Meningkatkan transparansi serta pemantauan secara langsung (real-time tracking) atas barang dan dokumen perdagangan secara on-chain.
Layanan Publik & Identitas Digital: Mempercepat digitalisasi dokumen pemerintah, sertifikat, serta sistem identitas terverifikasi berbasis blockchain.
Perdagangan Lintas Batas: Mengoptimalkan penyelesaian (settlement) keuangan dan logistik ekspor-impor guna menekan biaya operasional secara signifikan.
Ketegasan Sikap: Blockchain Ya, Kripto Swasta Tidak
Pemerintah Beijing kembali memberikan batasan tegas mengenai arah pengembangan teknologi ini. Fokus utama jaringan blockchain nasional tertuju pada sistem terdesentralisasi terizin (permissioned/consortium blockchain) yang teregulasi ketat, bukan pada aset kripto terdesentralisasi (permissionless) yang bersifat spekulatif.
Langkah ini sejalan dengan peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) mereka, e-CNY (Digital Yuan). Mata uang digital ini nantinya akan terintegrasi secara mulus (seamless) dengan jaringan blockchain nasional untuk mendukung transaksi bisnis dan pemerintah secara aman.
Dampak Geopolitik dan Ekonomi Global
Keputusan China untuk menasionalisasi pengembangan blockchain diprediksi akan mempercepat kompetisi teknologi global, khususnya dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dengan mengadopsi standar blockchain nasional pada skala masif, China berupaya menetapkan standar global baru dalam tata kelola data dan otomatisasi ekonomi digital.
Analis industri menilai keberhasilan proyek ini dapat memberikan dorongan efisiensi yang signifikan bagi produk domestik bruto (PDB) China, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan-perusahaan domestik di pasar internasional.